Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD NU Tanwirul Qulub, di mana hanya 34% siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Masalah utama yang diidentifikasi meliputi proses pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered dengan metode ceramah satu arah, serta minimnya penggunaan media pembelajaran inovatif untuk menjelaskan konsep IPAS yang abstrak, seperti materi keragaman budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan rata-rata skor serta peningkatan hasil belajar IPAS pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model berbantuan media NUSAFLASH. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD NU Tanwirul Qulub tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat menggunakan metode Shapiro-Wilk dan pengujian hipotesis N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji N-Gain rata-rata peningkatan Hasil belajar IPAS sebesar 0,70 dengan kategori tinggi pada elemen pemahaman IPAS dan 0,42 kategori sedang pada elemen keterampilan proses. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model berbantuan media terbukti efektif dalam meningkatkan Hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Tanwirul Qulub.
Copyrights © 2026