Jerawat (Acne vulgaris) merupakan gangguan kulit kronis yang umumnya dipicu oleh infeksi bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik jangka panjang memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif bahan alam seperti ekstrak daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C.) yang diformulasikan ke dalam sistem penghantaran modern berupa hidrogel termosensitif berbahan dasar kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan hidrogel termosensitif ekstrak daun jeruk purut serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya. Ekstrak diformulasikan dalam variasi konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengujian meliputi evaluasi fisik (organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, stabilitas, dan uji termosensitif), uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran, serta penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan topikal yang stabil dan mengalami perubahan fase menjadi gel pada suhu tubuh. Formula dengan konsentrasi ekstrak 20% menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus dengan kategori daya hambat kuat, serta nilai KHM tercapai pada konsentrasi 20%. Namun, nilai KBM belum tercapai (KBM > 20%), mengindikasikan sediaan bersifat bakteriostatik. Disimpulkan bahwa hidrogel termosensitif berbasis kitosan dengan ekstrak daun jeruk purut berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal anti-jerawat yang efektif dan stabil.
Copyrights © 2026