Tanin adalah senyawa polifenolik alami yang memiliki aktifitas aktivitas antibakteri. Tanaman pisang diketahui memiliki kadar tanin tinggi dan mudah didapat sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber tanin yang bersifat antibakteri. Batang dan tangkai daun pisang diek strak dan dikeringkan dengan vacuum dryer. Kadar tanin pada ekstrak kering diukur dengan metode spektrophotometri. Aktifitas antibakteri ekstrak kering batang dan tangkai daun pisang ambon diuji aktifitasnya terhadap S. aureus dengan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian didapatkan kadar tanin ekstrak kering batang dan tangkai daun pisang ambon masing-masing sebesar 16.27 mg/g 10.77 mg/g. Kadar tanin pada ekstrak batang 51.1 % lebih tinggi dibandingkan kadar tanin ekstrak tangkai daun pisang ambon. Ekstrak batang dan daun pisang ambon memiliki aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai KHM 5% pada ekstrak batang pisang ambon dan 30% pada ekstrak tangkai daun. Pada uji Diameter daya hambat (DDH), kedua jenis ekstrak memiliki daya antibakteri pada 15,05 mm dan 14,7 mm termasuk kategori intermediate. Terdapat korelasi positif antara kadar tanin pada ekstrak dengan aktifitas antibakteri. Ekstrak batang pisang ambon lebih berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku untuk mendapatkan ekstrak sebagai agen anti bakteri.
Copyrights © 2026