Fenomena depresi, trauma, dan keinginan mengakhiri hidup kerap direpresentasikan dalam karya sastra melalui konflik psikologis tokoh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik dan ekstrinsik serta menganalisis konflik batin tokoh Ale dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif psikologi sastra. Data berupa kalimat, dialog, monolog, dan narasi dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan kategori id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin Ale terbentuk oleh dorongan bawah sadar, trauma masa lalu, tekanan sosial, dan tuntutan moral. Ego menjadi aspek dominan karena menengahi dorongan id dan tekanan superego serta membentuk mekanisme pertahanan diri. Interaksi dengan tokoh lain mendorong Ale menemukan kembali makna hidup dan memilih untuk bertahan. Temuan ini memperkuat pemanfaatan psikoanalisis dalam kajian psikologi sastra untuk memahami dinamika kejiwaan tokoh.
Copyrights © 2026