Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Makna Leksikal dan Kontekstual pada Lirik Lagu Album Markers and Such Pens Flashdisks Karya Sal Priadi Annisatun Nabilah; Istiqamah Istiqamah; Noor Leha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12649

Abstract

Bahasa menjadi instrumen penting dalam proses interaksi manusia yang dimanfaatkan untuk mengungkapkan ide, pemikiran, emosi, serta pengalaman kepada individu lain. Selain berperan sebagai media pertukaran informasi, bahasa juga berfungsi sebagai media ekspresi estetis yang dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk karya sastra. Kajian ini dilakukan dengan tujuan menguraikan bentuk makna berdasarkan aspek leksikal maupun konteks yang ditemukan pada teks lagu dalam album Markers and Such Pens Flashdisks karya Sal Priadi serta menjelaskan kontribusinya terhadap kajian semantik dan pembelajaran bahasa serta sastra Indonesia. Studi ini menerapkan metode kualitatif deskriptif melalui perspektif semantik. Data penelitian diperoleh dari teks lirik sebanyak lima belas lagu pada album Markers and Such Pens Flashdisks milik Sal Priadi. Pengumpulan informasi dilakukan dengan metode pengamatan dan pencatatan, kemudian data dianalisis melalui proses pengenalan serta pengelompokan, dan menginterpretasikan satuan bahasa yang mengandung makna leksikal dan makna kontekstual. Temuan penelitian memperlihatkan adanya 355 bentuk data makna yang terbagi menjadi 190 data berkategori leksikal dan 165 data makna kontekstual. Makna leksikal menjadi jenis makna yang paling dominan, menunjukkan kecenderungan penggunaan kata-kata yang mempertahankan makna dasarnya sehingga pesan dalam lirik mudah dipahami. Sementara itu, makna kontekstual digunakan untuk memperkaya penafsiran makna melalui pengalaman, emosi, dan latar cerita yang melandasi penciptaan lagu, seperti tema cinta, kehilangan, kerinduan, harapan, penerimaan, dan proses penyembuhan diri. Temuan penelitian menunjukkan dominasi makna konotatif dalam lirik lagu yang dianalisis. Hasil ini berkontribusi pada pengembangan kajian semantik dan menambah pengetahuan mengenai penggunaan makna dalam karya sastra populer, khususnya lirik lagu.
Banjar Mantras as a Medium for the Preservation of Cultural and Religious Values in South Kalimantan Ida Komalasari; Afdhal Kusumanegara; Noor Leha; Ida Rusdiana; Muhammad Rizki Roli Novian
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/gurindam.v6i1.40360

Abstract

Banjar mantras are a form of oral literature that represents the knowledge, beliefs, and values of the Banjar community transmitted across generations. This study aims to describe the forms, cultural values, and religious values of Banjar mantras as a means of cultural preservation in Batang Kulur Kiri Village, Hulu Sungai Selatan Regency. This qualitative study employed a descriptive method. The data consisted of Banjar mantra utterances and information concerning their use and transmission, obtained from community members with knowledge and experience of Banjar mantras. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal various forms of Banjar mantras based on their functions, including healing, self-protection, love and attraction, travel safety, and childbirth. These findings demonstrate that Banjar mantras embody cultural, educational, and religious values that represent Banjar cultural identity and warrant documentation and preservation as cultural heritage.
Developing creativity in making Sasirangan (Tie Dye) cloth in the KKN Program as a Local Wisdom-Based Innovation to improve MSMEs in Pudak Village Sofya Aziza Amali; Noor Leha; Muhammad Irfan Maulana; Mirnawati; Sarmilawati; Annisa; Syita Devi; Nor Hilalliyah; Kharunnisa; Sri Tami Dewi; Harris Noorrahman; Dewi Sri Utami; Nurlaela; Fitria Norkhaliza; Rahmadi
Borneo Community Development Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i1.1483

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Program KKN ke-11 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin di Desa Pudak difokuskan pada inovasi berbasis kearifan lokal melalui pembuatan kain Sasirangan dengan teknik tie dye. Metode yang digunakan meliputi observasi, pelatihan, dan praktik langsung bersama masyarakat Desa Pudak. Tahapan kegiatan terdiri dari pemberian materi mengenai sejarah dan filosofi Sasirangan, pembuatan pola, pelipatan dan pengikatan kain dengan karet gelang, pewarnaan, hingga pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan motif serta variasi warna yang lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai tradisi. Meskipun terdapat kendala dalam proses pengeringan yang menyebabkan warna belum maksimal, masyarakat tetap antusias dan termotivasi untuk mengembangkan Sasirangan tie dye sebagai produk bernilai ekonomi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal di Desa Pudak.
Bahasa Prokem Generasi Z dalam Media Sosial TikTok Lidia Andriani; Jamiatul Hamidah; Noor Leha
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2891

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna bahasa prokem yang digunakan oleh mahasiswa Generasi Z pada media sosial TikTok. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan komunikasi digital yang mendorong munculnya praktik berbahasa informal, ekspresif, dan berbasis identitas di kalangan pengguna muda. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data berupa tuturan dalam video, caption, dan komentar TikTok, yang dikumpulkan melalui teknik simak dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam bentuk bahasa prokem, yaitu slang, pemendekan kata, campur kode bahasa Inggris, singkatan, akronim, dan pembalikan kata. Slang menjadi bentuk paling dominan karena mencerminkan gaya komunikasi Generasi Z yang santai, ringkas, kontekstual, dan ekspresif. Kesimpulannya, bahasa prokem tidak hanya berfungsi sebagai komunikasi informal, tetapi juga sebagai identitas sosial, solidaritas kelompok, dan kreativitas linguistik. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian sosiolinguistik digital tentang variasi bahasa generasi muda.
Konflik Batin dan Mekanisme Bertahan Hidup Tokoh Ale dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna Nur Hikmalia; Istiqamah; Noor Leha
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2903

Abstract

Fenomena depresi, trauma, dan keinginan mengakhiri hidup kerap direpresentasikan dalam karya sastra melalui konflik psikologis tokoh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik dan ekstrinsik serta menganalisis konflik batin tokoh Ale dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif psikologi sastra. Data berupa kalimat, dialog, monolog, dan narasi dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan kategori id, ego, dan superego. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin Ale terbentuk oleh dorongan bawah sadar, trauma masa lalu, tekanan sosial, dan tuntutan moral. Ego menjadi aspek dominan karena menengahi dorongan id dan tekanan superego serta membentuk mekanisme pertahanan diri. Interaksi dengan tokoh lain mendorong Ale menemukan kembali makna hidup dan memilih untuk bertahan. Temuan ini memperkuat pemanfaatan psikoanalisis dalam kajian psikologi sastra untuk memahami dinamika kejiwaan tokoh.