Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
Vol. 15 No. 05 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat

Faktor Risiko Higiene Industri terhadap Keluhan Muskoloskeletal dan Stres Kerja pada Industri Tekstil PT. X dan Z

Lusi Ismayenti (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Sumardiyono (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Bekti Utomo (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Farhana Syahrotun Nisa Suratna (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Jordan Syah Gustav (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Maria Paskanita (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Tutug Bolet Atmojo (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Warda Yussy Rha (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Seviana Rinawati (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)
Makbul Ridho (Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2026

Abstract

Industri tekstil memiliki karakteristik pekerjaan repetitif, posisi kerja statis, tuntutan ketelitian, dan target produksi yang berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan kerja, dan psikososial dengan keluhan muskuloskeletal dan stres kerja pada pekerja sewing di industri garmen PT. X dan Z. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 85 tenaga kerja bagian sewing, dengan 80 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui purposive sampling. Faktor individu meliputi usia, masa kerja, denyut nadi, IMT, dan tekanan darah; faktor lingkungan kerja meliputi kebisingan, pencahayaan, dan tekanan panas; sedangkan faktor psikososial meliputi status pernikahan, jumlah anak, dan konflik dengan rekan kerja. Keluhan muskuloskeletal  diukur menggunakan NBM, sedangkan stres kerja menggunakan DASS subskala stres. Analisis hubungan menggunakan uji Spearman Rank, Pearson Product Moment, dan Somers’ dengan tingkat kemaknaan 0,05. Keluhan muskuloskeletal didominasi kategori rendah (71,3%), sedang (25%), tinggi (2,5%), dan sangat tinggi (1,2%). Keluhan terbanyak ditemukan pada pinggang (61,3%), tengkuk (60,0%), punggung (55,0%), bahu kanan (52,5%), dan bahu kiri (51,3%). Stres kerja didominasi kategori sedang (64,2%), ringan (29,6%) dan berat (4,9%). Rerata lingkungan kerja meliputi kebisingan 71 dBA, pencahayaan 253,86 lux, dan tekanan panas 29,9°C. Hasil penelitian menunjukkan faktor individu, lingkungan kerja, dan psikososial tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan keluhan muskuloskeletal dan stres kerja pada pekerja sewing PT. X dan Z (p>0,05). Upaya preventif perlu diarahkan pada evaluasi ergonomi, termasuk postur kerja, desain workstation, gerakan repetitif, microbreak, dan stretching.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jikm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini ...