Farhana Syahrotun Nisa Suratna
Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Higiene Industri terhadap Keluhan Muskoloskeletal dan Stres Kerja pada Industri Tekstil PT. X dan Z Lusi Ismayenti; Sumardiyono; Bekti Utomo; Farhana Syahrotun Nisa Suratna; Jordan Syah Gustav; Maria Paskanita; Tutug Bolet Atmojo; Warda Yussy Rha; Seviana Rinawati; Makbul Ridho
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 05 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i05.4870

Abstract

Industri tekstil memiliki karakteristik pekerjaan repetitif, posisi kerja statis, tuntutan ketelitian, dan target produksi yang berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal dan stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan kerja, dan psikososial dengan keluhan muskuloskeletal dan stres kerja pada pekerja sewing di industri garmen PT. X dan Z. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 85 tenaga kerja bagian sewing, dengan 80 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi melalui purposive sampling. Faktor individu meliputi usia, masa kerja, denyut nadi, IMT, dan tekanan darah; faktor lingkungan kerja meliputi kebisingan, pencahayaan, dan tekanan panas; sedangkan faktor psikososial meliputi status pernikahan, jumlah anak, dan konflik dengan rekan kerja. Keluhan muskuloskeletal  diukur menggunakan NBM, sedangkan stres kerja menggunakan DASS subskala stres. Analisis hubungan menggunakan uji Spearman Rank, Pearson Product Moment, dan Somers’ dengan tingkat kemaknaan 0,05. Keluhan muskuloskeletal didominasi kategori rendah (71,3%), sedang (25%), tinggi (2,5%), dan sangat tinggi (1,2%). Keluhan terbanyak ditemukan pada pinggang (61,3%), tengkuk (60,0%), punggung (55,0%), bahu kanan (52,5%), dan bahu kiri (51,3%). Stres kerja didominasi kategori sedang (64,2%), ringan (29,6%) dan berat (4,9%). Rerata lingkungan kerja meliputi kebisingan 71 dBA, pencahayaan 253,86 lux, dan tekanan panas 29,9°C. Hasil penelitian menunjukkan faktor individu, lingkungan kerja, dan psikososial tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan keluhan muskuloskeletal dan stres kerja pada pekerja sewing PT. X dan Z (p>0,05). Upaya preventif perlu diarahkan pada evaluasi ergonomi, termasuk postur kerja, desain workstation, gerakan repetitif, microbreak, dan stretching.