Pembelajaran sains pada anak usia dini perlu dikelola secara sistematis dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak agar dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pembelajaran berbasis eksplorasi yang memungkinkan anak memperoleh pengetahuan melalui pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen pembelajaran sains berbasis eksplorasi pada Kelompok B di TK Dharma Wanita Jenggawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran sains berbasis eksplorasi dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang memuat tujuan, kegiatan, media, dan penilaian pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, anak terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi perubahan wujud benda melalui pengamatan video, observasi langsung, dan praktik sederhana sehingga memperoleh pengalaman belajar yang konkret. Pada tahap evaluasi, guru menggunakan teknik ceklis, observasi, dan hasil karya untuk menilai perkembangan kognitif anak setelah mengikuti kegiatan eksplorasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran sains berbasis eksplorasi mampu mendukung pembelajaran yang aktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini serta membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui pengalaman belajar langsung.
Copyrights © 2026