Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi matematis mahasiswa pada mata kuliah persamaan diferensial, khususnya pada indikator komunikasi tertulis yang mencakup (1) menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa matematika, (2) menjalankan ide, situasi, dan relasi matematika secara tertulis dengan benda nyata, gambar, maupun grafik, (3) membaca dengan pemahaman suatu pemecahan masalah matematika tertulis. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan instrumen berupa angket, soal tes kontekstual, dan pedoman wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah 50 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah persamaan diferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan mahasiswa bervariasi, dengan indikator menyatakan masalah dalam bahasa matematika mencapai 67%, namun kemampuan visualisasi grafik rendah, yaitu 35%, akibat kurangnya keterampilan mengintegrasikan informasi kontekstual ke dalam representasi visual. Kebaruan dari penelitian ini adalah penekanan pada identifikasi kesenjangan spesifik dalam kemampuan mahasiswa, terutama pada visualisasi grafik yang mencerminkan kelemahan integrasi informasi kontekstual ke dalam representasi visual matematis.Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi dalam merancang strategi pengajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran persamaan diferensial di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026