Masa remaja merupakan fase transisi psikososial yang amat rentan terhadap ketidakstabilan emosional, terlebih bagi remaja yang tinggal di lembaga kesejahteraan sosial seperti panti asuhan. Ketidakhadiran fungsi keluarga inti secara langsung menuntut remaja panti memiliki ketahanan mental (resilience) yang lebih tinggi dalam mengadaptasi tekanan akademik, peers, maupun bayangan ketidakpastian masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan manajemen stres remaja di Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif (psychoeducation) berbasis ceramah interaktif, media visual PowerPoint, diskusi interaktif, serta sesi umpan balik (evaluative feedback). Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta setelah penyuluhan sebesar 57,5% pada empat indikator mengenai definisi kesehatan mental, faktor risiko psikososial, serta mekanisme koping adaptif seperti berbagi cerita (venting) dan regulasi emosi. Kesimpulannya, intervensi edukasi kesehatan mental berkontribusi terhadap peningkatan literasi kesehatan mental dan pemahaman mengenai strategi koping. Literasi kesehatan mental dan strategi koping pada remaja panti asuhan tersebut dapat meminimalisir risiko depresi dan kecemasan.
Copyrights © 2026