Transformasi digital memperluas pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), otomasi, dan sistem terintegrasi dalam layanan keimigrasian. Studi kasus kualitatif ini menganalisis penerapannya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya melalui wawancara dengan tiga informan, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dan ditriangulasi. Hasil menunjukkan bahwa biometrik dan face recognition memiliki indikasi AI paling kuat. Autogate merupakan sistem otomasi pemeriksaan, IASS dan basis data terintegrasi mendukung pengawasan dan informasi, sedangkan PAU merupakan unit organisasi yang memanfaatkan keluaran analitis. Integrasi tersebut mendukung pemeriksaan, verifikasi identitas, informasi risiko, dan pengawasan, tetapi bergantung pada mutu data, interoperabilitas, infrastruktur, kesiapan petugas, pelindungan data pribadi, dan verifikasi manusia. Public Service Logic menunjukkan bahwa nilai layanan mensyaratkan efisiensi, keamanan, aksesibilitas, koreksi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan human-in-the-loop.
Copyrights © 2026