Abstract This research focuses on the reinterpretation of the concept of tawakal as a socio-transformative ethic in addressing social inequality and the global economic crisis occurring in Indonesia. The background of this study is based on the public tendency to perceive tawakal merely as an attitude of surrender without effort, which potentially leads to social fatalism. The purpose of this research is to examine the origins of the concept of tawakal within the Sufi tradition, evaluate its relevance to contemporary socio-economic issues, and describe tawakal as an active and constructive spiritual force. This study employs a qualitative method using a library research approach. The data sources include the Qur’an, Hadith, classical Sufi works, and contemporary literature. The findings reveal that, from the perspective of Sufism, tawakal does not contradict rational action; rather, it emphasizes a balance between effort, faith, and social responsibility. The reinterpretation of tawakal can strengthen social solidarity, enhance public critical awareness, and encourage active participation in addressing social inequality, economic crises, and contemporary global challenges. Therefore, tawakal remains relevant as a progressive, humanistic, and transformative spiritual foundation in modern life. Keywords: Tawakal, Social Sufism, Social Inequality, Economic Crisis, Transformative Ethics. Abstrak Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi konsep tawakal sebagai etika sosial-transformatif dalam menghadapi ketimpangan sosial dan krisis ekonomi global yang terjadi di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman masyarakat yang cenderung menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa upaya, yang berpotensi menghasilkan fatalisme sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari asal-usul konsep tawakal dalam tradisi tasawuf, mengevaluasi hubungannya dengan masalah sosial-ekonomi kontemporer, dan memberikan gambaran tentang tawakal sebagai kekuatan spiritual yang aktif dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Al-Qur'an, hadis, karya tasawuf klasik, dan literatur kontemporer adalah sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang tasawuf, tawakal tidak bertentangan dengan tindakan rasional. Sebaliknya, itu menekankan keseimbangan antara upaya, iman, dan tanggung jawab sosial. Reinterpretasi tawakal dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi ketimpangan sosial, krisis ekonomi, dan tantangan global kontemporer. Oleh karena itu, tawakal masih relevan sebagai landasan spiritual yang progresif, humanis, dan transformatif dalam kehidupan modern. Kata Kunci: Abstract This research focuses on the reinterpretation of the concept of tawakal as a socio-transformative ethic in addressing social inequality and the global economic crisis occurring in Indonesia. The background of this study is based on the public tendency to perceive tawakal merely as an attitude of surrender without effort, which potentially leads to social fatalism. The purpose of this research is to examine the origins of the concept of tawakal within the Sufi tradition, evaluate its relevance to contemporary socio-economic issues, and describe tawakal as an active and constructive spiritual force. This study employs a qualitative method using a library research approach. The data sources include the Qur’an, Hadith, classical Sufi works, and contemporary literature. The findings reveal that, from the perspective of Sufism, tawakal does not contradict rational action; rather, it emphasizes a balance between effort, faith, and social responsibility. The reinterpretation of tawakal can strengthen social solidarity, enhance public critical awareness, and encourage active participation in addressing social inequality, economic crises, and contemporary global challenges. Therefore, tawakal remains relevant as a progressive, humanistic, and transformative spiritual foundation in modern life. Keywords: Tawakal, Social Sufism, Social Inequality, Economic Crisis, Transformative Ethics. Abstrak Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi konsep tawakal sebagai etika sosial-transformatif dalam menghadapi ketimpangan sosial dan krisis ekonomi global yang terjadi di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman masyarakat yang cenderung menganggap tawakal sebagai sikap pasrah tanpa upaya, yang berpotensi menghasilkan fatalisme sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari asal-usul konsep tawakal dalam tradisi tasawuf, mengevaluasi hubungannya dengan masalah sosial-ekonomi kontemporer, dan memberikan gambaran tentang tawakal sebagai kekuatan spiritual yang aktif dan bermanfaat. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Al-Qur'an, hadis, karya tasawuf klasik, dan literatur kontemporer adalah sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang tasawuf, tawakal tidak bertentangan dengan tindakan rasional. Sebaliknya, itu menekankan keseimbangan antara upaya, iman, dan tanggung jawab sosial. Reinterpretasi tawakal dapat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menghadapi ketimpangan sosial, krisis ekonomi, dan tantangan global kontemporer. Oleh karena itu, tawakal masih relevan sebagai landasan spiritual yang progresif, humanis, dan transformatif dalam kehidupan modern. Kata Kunci: tawakal tasawuf sosial, Ketimpangan Sosial, Krisis Ekonomi, Etika Transformatif.
Copyrights © 2026