Kerusakan roller bearing pada komponen rotor mesin kompresor udara tipe screw mengakibatkan terjadinya vibrasi, mengeluarkan suara noise dan terdapat gram-gram besi. Tujuan dalam penulisan ini yaitu melakukan analisis untuk mengetahui penyebab kerusakan bearing dengan cara pengukuran shock pulse dBm/dBc. Dalam melakukan analisis ini metode yang digunakan yaitu pengukuran shock pulse dengan mengukur denyut kejut pada bearing akibat gaya impact yang terjadi, intensitas denyut kejut itulah yang mengindikasikan besarnya kerusakan pada bearing. Dari hasil analisis terindikasi ada bearing yang mengalami kerusakan dengan pengukuran shock pulse pada titik keempat atau bearing screw D mendapatkan nilai 24 dBm dan bearing screw E mendapat nilai 22 dBm, hasil pembongkaran pada bearing screw D mengalami fracture and cracking dan Pada bearing screw E mengalami abrasive wear. Indikasi kerusakan ini bisa terjadi dari beberapa faktor, seperti faktor pemasangan bearing yang salah dan terjadi misalignment atau faktor lubrikasi bearing yang salah. Maintenance yang dilakukan yaitu penggantian bearing yang rusak dengan yang baru, dan perlu diperhatikan saat pemasangan bearing lebih berhati-hati untuk menghindari indikasi penyebab terjadinya masalah yang terulang kembali
Copyrights © 2026