Transformasi digital perbankan menuntut bank syariah dan bank konvensional untuk menyediakan layanan mobile banking yang andal, aman, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada indikasi permasalahan berupa ketidakhadiran fitur penawaran infak setelah transaksi pada Mobile Banking Bank Mandiri yang sebelumnya tersedia pada Mobile Banking BSI, serta gangguan teknis setelah peralihan aplikasi BSI ke BYOND, seperti kegagalan transfer, saldo yang tidak segera terbarui, dan lambatnya proses transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan Mobile Banking BSI dan Bank Mandiri serta menganalisis perbandingan kualitas layanan kedua aplikasi tersebut pada karyawan PT. Kinenta Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method, yaitu pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kualitas layanan serta pendekatan kuantitatif untuk menguji perbandingan kualitas layanan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile Banking BSI memiliki keunggulan pada integrasi nilai-nilai Islami, keandalan layanan, empati terhadap kebutuhan spiritual nasabah muslim, antarmuka yang menarik, kelancaran transfer, serta dukungan layanan pelanggan dan proteksi keamanan. Sementara itu, Mobile Banking Bank Mandiri menonjol pada desain intuitif, stabilitas sistem, fitur personal, responsivitas layanan, dan fitur keamanan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,493 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas layanan Mobile Banking BSI dan Bank Mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa bank syariah dan bank konvensional memiliki kemampuan layanan mobile banking yang relatif setara dalam mendukung kebutuhan nasabah pada era transformasi digital.
Copyrights © 2026