Kemampuan koneksi matematis merupakan salah satu kemampuan yang utama guna dimiliki oleh siswa dalam proses pembelajaran. Namun, siswa masih menghadapi kendala dalam mengaitkan konsep yang didalami dengan konsep terdahulu serta beragam kondisi pada kehidupan sehari-hari yang mereka temui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa antara pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dan pembelajaran secara konvensional pada siswa kelas VII SMP N 4 Langsa. Pendekatan yang digunakan dalam pnelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi exsperiment dan desain Pre-test Post-test Control Group. Populasi dalam penelitian memuat seluruh murid kelas VII SMP N 4 Langsa. Sementara, sampel terdiri atas 60 siswa yaitu 30 siswa pada kelompok AIR dan 30 siswa pada kelompok Konvensional. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian kemampuan koneksi matematis dan dianalisis menggunakan N-Gain serta independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata N- Gain kelompok AIR sebesar 0,5943, sedangkan rata-rata N-Gain kelompok konvensional sebesar 0,2787. Hasil Independent t-tes menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelompok dengan p-value< 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang memperoleh pembelajaran AIR memiliki peningkatan kemampuan koneksi matematis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026