Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah guru masihmenggunakan metode pembelajaran yang digunakan saat ini masih bersifat konvensional dan kurang menarik bagi peserta didik. Guru sudah menggunakan lembar kerja peserta didik pada proses pembelajaran, namun penggunaan LKPD pada saat proses pembelajaran hanya dilakukan pada konteks materi tertentu saja berdasarkan analisis dari peneliti LKPD yang digunakan oleh guru belum memenuhi unsur-unsur LKPD yang baik , Begitu juga dengan syarat-syarat penyusunan LKPD itu sendiri contoh LKPD ynag digunakan hanya berisi soal soal saja tanpa adanya petunjuk dan informasi yang sesuai dengan ketentuan LKPD sehingga membuat tidak tersektuktur dan peserta didik cenderung tidak aktif dalam pemblajaran. Guru menginginkan adanya pendekatan yang siswa juaga ikut aktif dan berpartisispasi selama pembelajaran,sementara peserta didik menginginkan pembelajaran yang melibatkan proyek nyata dan kolaborasi dengan teman-teman mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kevalidan LKPD Berbasis PBL pada materi sistem pernafasan pada manusia Peserta didik Kelas V Sekolah Dasar ? dan Bagaimana kepraktisan LKPD Berbasis PBL pada Materi sistem pernafasan pada manusia Peserta didik Kelas V Sekolah Dasar ?.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kelayakan media pembelajajaran LKPD IPAS Berbasai Problem Basedlearning dalam pembelajaran IPAS materi sistem pernafasan pada manusia siswa kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah research and Development dengan model ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan angket serta teknik analisis data menggunakan angket validasi ahli dan angket respon dengan pengolahan data menggunakan skala likert.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan angket validasi ahli serta angket respon guru dan peserta didik. Hasil validasi ahli media menunjukkan persentase kelayakan sebesar 96,25% dengan kategori sangat valid, sedangkan hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa respon guru memperoleh persentase 81,43% dengan kategori sangat praktis, dan respon peserta didik mencapai 94,59% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026