Ekosistem mangrove Desa Bulutui memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Namun, potensi tersebut masih menghadapi berbagai persoalan, khususnya terkait sampah pesisir dan perlunya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam konservasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat dalam konservasi mangrove serta pengelolaan sampah, sekaligus mendorong terbentuknya kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di Desa Bulutui, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Pendekatan yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD), dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam mengenali persoalan, mengidentifikasi potensi, dan merumuskan tindak lanjut. Tahapan kegiatan meliputi pengenalan kondisi lingkungan, pemetaan aset lokal, edukasi, diskusi partisipatif, refleksi, serta penyusunan rencana keberlanjutan. Peserta terdiri atas masyarakat, Kelompok Nelayan Al Ikhlas, Kelompok Wanita Pesisir, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan masyarakat dalam pembahasan mengenai fungsi mangrove, blue carbon, konservasi pesisir, serta pengelolaan sampah. Proses diskusi juga memperkuat komunikasi dan menghasilkan komitmen awal untuk menjaga lingkungan secara bersama. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun pola kolaborasi yang menempatkan masyarakat sebagai penggerak lokal, perguruan tinggi sebagai fasilitator pengetahuan, dan pemerintah desa sebagai pendukung kelembagaan. Ke depan, pola tersebut dapat diperkuat melalui pendampingan, pemantauan, dan kerja sama berkelanjutan.
Copyrights © 2026