Latar belakang: Anggur laut (Caulerpa racemosa) merupakan salah satu jenis rumput laut yang pemanfaatannya belum optimal meskipun memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan senyawa fitokimia dan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan n-heksana anggur laut (C. racemosa). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Simplisia C. racemosa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol dan n-heksana. Ekstrak yang diperoleh dihitung nilai rendemennya, kemudian dilakukan skrining fitokimia terhadap alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH pada beberapa seri konsentrasi dengan [asam askorbat/kuersetin/Trolox] sebagai kontrol positif. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC₅₀ yang diperoleh melalui analisis regresi linear. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak metanol (4,25%) lebih tinggi dibandingkan n-heksana (0,05%). Uji fitokimia menunjukkan kedua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid, sedangkan senyawa steroid terdeteksi pada ekstrak n-heksana. Pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ ekstrak metanol sebesar 213,02 ± 4,88 ppm dan n-heksana sebesar 97,48 ± 3,55 ppm, yang mengindikasikan bahwa ekstrak n-heksana memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan ekstrak metanol. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa C. racemosa berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku antioksidan alami
Copyrights © 2026