Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada remaja, khususnya siswa sekolah menengah. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada mudah lelah, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas siswa. Rendahnya pengetahuan mengenai penyebab anemia, pencegahan, dan penggunaan Tablet Tambah Darah (TTD) secara tepat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian anemia pada remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan anemia defisiensi besi melalui edukasi kefarmasian.Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2026 di SMK Ma’arif NU Nusahada Reban Kabupaten Batang dengan sasaran 35 siswa OSIS. Metode kegiatan meliputi pemberian pre-test, penyampaian edukasi menggunakan media PowerPoint, diskusi interaktif, pemberian Tablet Tambah Darah, serta evaluasi melalui post-test. Materi yang diberikan meliputi pengertian anemia, faktor risiko, dampak anemia, pencegahan anemia, penggunaan TTD secara tepat, interaksi makanan dan obat, serta efek samping penggunaan TTD.Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi kefarmasian. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 57,7 pada pre-test menjadi 84,6 pada post-test dengan peningkatan sebesar 26,9 poin. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (p0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi kefarmasian berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kefarmasian efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan anemia defisiensi besi dan penggunaan Tablet Tambah Darah secara rasional.
Copyrights © 2026