Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Optimization of chitosan and sodium tripolyphosphate as a carrier system for nanoparticles of ethanol extract of aloe vera (Aloe vera l.) as an antioxidant Efrilia, Erin; Sunarni, Titik; Kuncahyo, Ilham
Journal of Health Management and Pharmacy Exploration Vol. 3 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Surya Hijau Manfaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/johmpe.v3i1.532

Abstract

Aloe Vera has phenolic active compounds that are proven to have potential antioxidant activity but are sensitive to light, easily oxidized and unstable at high temperatures. To overcome this, aloe vera is formulated into a chitosan and sodium tripolyphosphate carrier system. The interaction between chitosan and sodium tripolyphosphate for nanoparticle formation is strongly influenced by the ratio of both. The purpose of this study was to obtain the optimal formula of aloe vera extract nanoparticle preparation with chitosan and sodium tripolyphosphate carrier system with critical parameters including particle size, polydispersity index, zeta potential, sorption efficiency and antioxidant activity. Aloe vera was extracted with 96% ethanol using maceration method. Determination of chitosan and sodium tripolyphosphate concentration variation using simplex lattice design method. The results of the tests that have been carried out, the characteristics of aloe vera nanoparticle preparations with variations in the concentration of chitosan: sodium tripolyphosphate in runs 2 & 6 have the most optimal formula with the ratio of chitosan: sodium tripolyphosphate = (0.3: 0.1).
PEMANFAATAN ECO ENZYME UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA SUSUKAN KABUPATEN PEMALANG Mahfur, Mahfur; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Erin Efrilia; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Rizki Nur Fadilah; Mulyanti Shofaro; Puji Nurhayati; Mohamad Ramzi Arkanie
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i2.1740

Abstract

Desa Susukan di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar akibat aktivitas pertanian dan rumah tangga yang belum dikelola optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya Kader PKK, dalam mengelola sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Susukan. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu investigasi melalui observasi dan wawancara, persiapan berupa diskusi internal tim, tindakan berupa edukasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme, serta refleksi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Susukan dengan melibatkan 28 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian mulai dari diseminasi materi hingga praktik langsung. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap seluruh peserta (100%) pada seluruh aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang eco enzyme, manfaat, bahan, cara pembuatan, dan penyimpanan eco enzym setelah kegiatan pengabdian. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan dalam sesi praktik dan diskusi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN ECO ENZYME UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA SUSUKAN KABUPATEN PEMALANG Mahfur, Mahfur; Farchan Mushaf Al Ramadhani; Erin Efrilia; Salsabila Hanifatul Ariqoh; Rizki Nur Fadilah; Mulyanti Shofaro; Puji Nurhayati; Mohamad Ramzi Arkanie
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v5i2.1740

Abstract

Desa Susukan di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar akibat aktivitas pertanian dan rumah tangga yang belum dikelola optimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya Kader PKK, dalam mengelola sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Susukan. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu investigasi melalui observasi dan wawancara, persiapan berupa diskusi internal tim, tindakan berupa edukasi dan pelatihan pembuatan eco enzyme, serta refleksi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Susukan dengan melibatkan 28 peserta yang mengikuti seluruh rangkaian mulai dari diseminasi materi hingga praktik langsung. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap seluruh peserta (100%) pada seluruh aspek yang diukur yaitu pengetahuan tentang eco enzyme, manfaat, bahan, cara pembuatan, dan penyimpanan eco enzym setelah kegiatan pengabdian. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan dalam sesi praktik dan diskusi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara berkelanjutan.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUISIONER PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP INKOMPATIBILITAS PENCAMPURAN SEDIAAN OBAT INTRAVENA Wiharti, Irda Rizky; Anjani , Rosi Hayyu; Fatkhiya, Musa Fitri; Efrilia, Erin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47481

Abstract

Pencampuran sediaan obat intravena merupakan hal yang sangat beresiko terjadi kesalahan. Kesalahan yang paling mungkin terjadi adalah terjadi inkompatibilitas pencampuran sediaan intravena. Inkompatibilitas obat merupakan perubahan yang dihasilkan pada obat yang dapat mempengaruhi keamanan, efektivitas, penampilan serta stabilitas obat. Salah satu cara untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku tenaga kesehatan terkait inkompatibilitas pencampuran sediaan obat intravena adalah dengan melalui survei. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pembuatan kuisioner standar yang dapat digunakan untuk penelitian tentang pengetahuan, sikap dan perilaku perawat terhadap inkompatibilitas pencampuran sediaan obat intravena. Item kuesioner dikembangkan melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson guna menguji validitas kuesioner, sedangkan uji reliabilitas penelitian ini menggunakan Chronbach’s-alpha. Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 responden yang diberikan kuisioner untuk diisi menjadi sampel. Pengujian validitas instrumen dengan expert judgment menghasilkan beberapa perbaikan kalimat dari beberapa pertanyaan kuisioner. Sedangkan untuk menguji validitas, item pertanyaan pengetahuan sebanyak 22 pertanyaan yang valid karena r hitung lebih besar sama dengan r tabel, sedangkan pertanyaan sikap sebanyak 24 pertanyaan dan pertanyaan perilaku sebanyak 12 item pertanyaan. Sedangkan uji reliabilitas pengetahuan didapatkan nilai cronbach alpha ≥ 0,70 dinyatakan reliabel. Oleh karena itu, indikator yang valid dan reliabel dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku perawat terhadap inkompabilitas pencampuran sediaan obat intravena.
Pelayanan Kefarmasian: Pemberian Vitamin dan Salep Gatal untuk Anak Usia Sekolah di Bimbel Rumah Peradaban: Pharmaceutical Services: Vitamin Supplementation and Antipruritic Ointment Application for School-Aged Children at Rumah Peradaban Learning Center Efrilia, Erin; Endriyatno, Nur Cholis; Setiarini, Lilis
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.8029

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah dasar melalui pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian vitamin, dan edukasi penggunaan salep antipruritus pada anak-anak di Bimbel Rumah Peradaban. Masalah yang diidentifikasi meliputi keluhan gatal pada kulit, kurangnya asupan vitamin, dan rendahnya tingkat konsentrasi belajar. Melalui kegiatan ini, dilakukan pemeriksaan kesehatan, distribusi suplemen vitamin dan salep topikal, serta penyuluhan kepada anak dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak dan orang tua mengenai pentingnya kesehatan kulit dan asupan vitamin, serta penurunan gejala gatal pada sebagian besar anak pada Bimbel Rumah Peradaban.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TERHADAP RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK Andre; Irda Rizky Wiharti; Erin Efrilia
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 4 No 01 (2025): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v4i01.6762

Abstract

Antibiotics are among the most commonly used drugs to treat infections. However, their use is often accompanied by misunderstandings and a lack of knowledge regarding proper usage. Pharmacy students, as health science students who study medicines, are expected to have a good understanding in order to provide accurate information about drugs within their community. The purpose of this study is to determine the level of knowledge about antibiotics among pharmacy students at the University of Pekalongan. The method used in this study was a questionnaire distributed using random sampling, involving 108 student respondents. Based on the results, the level of respondents' knowledge was categorized as good in 77.6% of the participants. Keywords: Knowledge, Pharmacy Students, Medication Use, Antibiotic
Formulation of Liquid Soap Preparation of Sunflower Seed Oil and KOH with Sweet Orange Scent (Citrus sinensi (L.) Osbeck) Erin Efrilia; Irda Rizky Wiharti
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5422

Abstract

This research focuses on the formulation and evaluation of liquid soap using sunflower seed oil and potassium hydroxide (KOH) with a sweet orange aroma. The study aims to determine the optimal ratio of KOH to sunflower seed oil and evaluate the physical properties of the resulting liquid soap, such as organoleptic characteristics, pH, specific gravity, viscosity, foam height, and foam stability. The saponification process was conducted using the hot process method. Three different KOH concentrations (25%, 30%, and 35%) were tested. The results showed that all formulas met the Indonesian National Standard (SNI) for specific gravity, viscosity, and foam height. Formula II (30% KOH) was identified as the best formula due to its highest foam stability (90.67%) and acceptable pH (8), which falls within the recommended range (8–11). These findings indicate that sunflower oil-based liquid soap can be effectively formulated with desired physical properties and potential skincare benefits.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Jahe sebagai Obat Tradisional Penyakit Hipertensi pada Masyarakat Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang: Community Health Education on the Use of Ginger for Hypertension Herbal Remedy in Ngadirejo Village of Reban District Batang Regency Erin Efrilia; Nur Cholis Endriyatno; Aditya Dimas Wahyu; Nur Ermawati; Muhammad Zakki; Adam Kinantaka; Rensisca Marsha Lena; Samira Anissa Azahra; Amelia Reza Agustyne
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8331

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaskular. Edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan hipertensi sejak dini sangat penting dilakukan, terutama kepada masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Ngadirejo, kecamatan Reban, kabupaten Batang, tentang hipertensi serta pemanfaatan jahe (Zingiber officinale) sebagai tanaman herbal tradisional yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, praktik pembuatan minuman herbal dari jahe, serta pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Pengukuran efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta, dengan lebih dari 80% peserta menjawab benar pada post-test dibandingkan hanya 20–40% pada pre-test. Peserta juga antusias dalam praktik pembuatan ramuan jahe, menunjukkan ketertarikan pada solusi alami dan lokal. Edukasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan hipertensi dengan pendekatan herbal. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk pengembangan program lanjutan, seperti pelatihan budidaya tanaman herbal. Diharapkan edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya preventif terhadap hipertensi di tingkat komunitas.
Jamu Goes to School: Pengenalan Jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Asli Indonesia pada Anak Sejak Dini di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa: Jamu Goes to School: Introducing Jamu as an Authentic Indonesian Intangible Cultural Heritage to School Aged-Children at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa Nur Ermawati; Erin Efrilia; Sri Mumpuni Yuniarsih; Gilang Putra Ramadhan; Muhamad Reza Patra Parama; A’mirotul Hasnah
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8898

Abstract

Jamu adalah bahan atau ramuan yang tersusun dari tumbuhan, hewani, mineral, sediaan galenik, atau kombinasi dari berbagai komponen tersebut, yang secara turun-temurun telah dimanfaatkan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Secara tradisional, ramuan tersebut dikenal sebagai minuman berkhasiat yang berfungsi menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit. Pada tahun 2023, UNESCO menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) karena dinilai sebagai bentuk ekspresi budaya yang menghubungkan manusia dengan alam dan menyetujui bahwa praktik kesehatan berbasis jamu selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, jamu perlu terus dipelajari, dikembangkan, dan dilestarikan antar generasi, termasuk Generasi Alpha saat ini. Beberapa faktor yang menyebabkan Generasi Alpha kurang memahami jamu antara lain gaya hidup modern dan instan yang dapat mempengaruhi preferensi Generasi Alpha terhadap produk kesehatan, adanya perkembangan teknologi yang menyebabkan generasi ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain gawai dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk pengenalan budaya dan warisan leluhur seperti jamu. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang jamu dan pengalaman langsung tentang jamu melalui kampanye gaya hidup dengan minum jamu. Metode yang digunakan meliputi survei dan observasi lahan, pemetaan lokasi kegiatan, edukasi, game puzzle dan minum jamu bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang jamu yang mencakup definisi, bahan dan manfaat, yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test. Jumlah peserta sebanyak 65 dari siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa. Luaran kegiatan ini berupa media edukasi jamu berupa game puzzle, dan artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi.
Optimalisasi Pemanfaatan Bayam sebagai Obat Herbal Pendukung Pencegahan Anemia Remaja Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang: Optimizing the Use of Spinach as a Herbal Food to Support Anemia Prevention Program among the Teenagers in Ngadirejo Village Reban District of Batang Regency Erin Efrilia; Nur Cholis Endriyatno; Aditya Dimas S Wahyu; Gilang Putra Ramadhan; Muhammad Zakki; Masyan Amrulloh; Kenyar Taffani Nibras; Amelia Reza Agustyne; Wiranto Dwi Nugroho
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11763

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada remaja akibat kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena kehilangan darah saat menstruasi, sedangkan remaja putra rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kebiasaan begadang dan kurangnya pemenuhan gizi. Di sisi lain, pemanfaatan bayam sebagai herbal pendukung pencegahan anemia di desa Ngadirejo, kecamatan Reban, kabupaten Batang masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek kesehatan dan kreativitas melalui pemanfaatan bayam untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemutaran video animasi mengenai anemia, penyampaian materi oleh tim pengabdian, diskusi dan tanya jawab, serta post-test. Materi yang diberikan meliputi pengertian dan faktor risiko anemia, peran zat besi dalam pembentukan hemoglobin, risiko anemia pada remaja, kandungan zat besi dalam bayam, peran vitamin C dalam membantu penyerapan zat besi non-heme, serta pemanfaatan bayam sebagai pangan pendukung pencegahan anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan dengan persentase jawaban benar yang meningkat dari 50% pada pre-test menjadi 90% pada post-test, atau meningkat sebesar 40 poin persentase. Peserta juga menunjukkan antusiasme selama penyampaian materi dan sesi diskusi, terutama ketika materi dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari serta potensi bayam yang mudah ditemukan di lingkungan desa Ngadirejo. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dengan kombinasi media video, penyampaian materi, dan diskusi interaktif dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia dan pemanfaatan pangan lokal. Bayam dapat dikenalkan sebagai salah satu sumber pangan pendukung pemenuhan zat besi, namun bukan sebagai pengganti Tablet Tambah Darah maupun terapi medis anemia.