Literasi sains adalah sebuah kompetensi yang harus ditingkatkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar, sehingga siswa dapat memahami konsep sains, menjelaskan fenomena dengan pendekatan ilmiah, serta mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Namun, cara penyampaian materi dalam pembelajaran IPAS masih banyak dilakukan secara verbal, sehingga pemahaman konseptual dari siswa belum mencapai tingkat optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media audio visual animasi guna meningkatkan literasi sains siswa dalam pembelajaran IPAS. Lokasi penelitian SDN Citalang, dengan subjek penelitian 1 orang guru kelas V dan 30 Siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara kepada guru dan 10 orang siswa, analisis hasil LKPD. Data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data,penyajian data,dan penarikan Kesimpulan. Media tersebut juga memfasilitasi siswa untuk memahami konsep perubahan wujud benda yang terjadi dalam proses pembuatan batik dan mengaitkannya dengan fenomena sehari-hari. Analisis terhadap LKPD menunjukkan bahwa 18 siswa (60%) berada dalam kategori paham utuh, 8 siswa (26,7%) memiliki pemahaman sebagian, 3 siswa (10%) mengalami miskonsepsi, dan 1 siswa (3,3%) tidak memahami. Penelitian ini mengindikasikan bahwa media animasi audio visual berkontribusi dalam pengembangan literasi sains konseptual siswa dalam pembelajaran IPAS, meskipun penguatan konsep dari guru tetap diperlukan agar pemahaman siswa dapat menjadi lebih utuh.
Copyrights © 2026