Fenomena fast fashion menyebabkan meningkatnya limbah tekstil dan mendorong perlunya penerapan konsep sustainable fashion. Krowak merupakan brand fashion yang mengusung konsep upcycle, namun belum memiliki identitas visual yang mampu merepresentasikan karakter dan nilai brand secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang identitas visual Krowak untuk membangun brand awareness dan memperkuat positioning sebagai brand fashion ramah lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, dan kuesioner. Proses perancangan mengacu pada metode Alina Wheeler yang meliputi conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints, dan managing assets. Hasil perancangan berupa sistem identitas visual yang terdiri atas logo, warna, tipografi, graphic elements, karakter maskot, serta implementasi pada berbagai brand touchpoints dan disusun dalam Graphic Standard Manual (GSM). Berdasarkan hasil validasi, GSM dinilai telah lengkap, memiliki karakter visual eco-corporate, serta menunjukkan potensi pengembangan karakter maskot sebagai brand ambassador. Perancangan ini menghasilkan identitas visual yang jelas, konsisten, dan sesuai dengan karakter brand serta target audiens sehingga diharapkan mampu meningkatkan brand awareness dan memperkuat citra Krowak sebagai brand sustainable fashion.
Copyrights © 2026