Kedelai (Glycine max L. Merrill) merupakan salah satu bahan penyedia protein nabati yang cukup tinggi, vitamin dan mineral serta minyak nabati. Dalam biji kedelai mengandung lemak 18%, karbohidrat 35%, air 8%, protein 35%, dan mineral 5,25%. Upaya memanfaatkan lahan sulfat masam dilakukan dengan menerapkan sistem budidaya jenuh air dan pemberian amelioran untuk memperbaiki sifat fisik yaitu bokasi ampas sagu. Tujuan penelitian adalah mendapatkan interaksi antara dosis bokasi ampas sagu dengan beberapa varietas kedelai yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik di lahan sulfat masam dengan budidaya jenuh air. Penelitian ini di laksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap,Kabupaten Kuburaya. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu bokasi ampas sagu (b) dengan taraf = 1) 10 ton/ha (setara 3 kg/petak), 2) 20 ton/ha (setara 6 kg/petak), dan 3) 30 ton/ha (setara 9 kg/petak), dan faktor kedua yaitu varietas kedelai (v) = Varietas Gepak Kuning, Dega- 1 dan Dering-2. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar,berat kering tanaman, jumlah bintil akar, umur tanaman berbunga, umur tanaman panen, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, berat biji kering per tanaman dan berat 100 biji kering.
Copyrights © 2026