Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa kelas V pada materi luas bangun datar di MIS Miftahul Huda, yang diduga berkaitan dengan keterbatasan media pembelajaran dalam memvisualisasikan konsep matematika secara konkret. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan literasi numerasi antara siswa yang belajar menggunakan media Virtual Reality (VR) dan media gambar dua dimensi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Pre-test–Post-test Control Group, melibatkan 35 siswa kelas V terdiri atas kelas eksperimen (17 siswa) dan kelas kontrol (18 siswa). Data dikumpulkan melalui tes uraian mengacu pada indikator literasi numerasi OECD; merumuskan situasi matematis, menerapkan konsep matematika, dan menafsirkan hasil matematis; lalu dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, N-Gain, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata post-test kelas eksperimen 89,54 (sangat baik) dan kelas kontrol 63,66 (cukup), dengan rata-rata N-Gain masing-masing 0,83 (tinggi) dan 0,33 (sedang). Uji Mann-Whitney terhadap skor N-Gain menghasilkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata peningkatan literasi numerasi yang signifikan antara kedua kelompok. Simpulannya, penerapan media VR dan media gambar dua dimensi menghasilkan peningkatan literasi numerasi yang berbeda secara signifikan pada siswa kelas V, dengan rata-rata peningkatan kelompok VR berada pada kategori tinggi.
Copyrights © 2026