Permasalahan pencemaran lingkungan menuntut penanaman sikap peduli lingkungan melalui pembelajaran biologi. Pembelajaran biologi materi pencemaran lingkungan seharusnya mampu membentuk sikap peduli lingkungan siswa, tetapi hasil pra-penelitian di SMA N 1 Bandongan menunjukkan 23% siswa masih berada pada kategori sedang, akibat perangkat ajar yang bersifat teacher-centered dan belum mengangkat isu lingkungan terkini seperti mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dan menganalisis pengaruh modul ajar pencemaran lingkungan berbasis Problem Based Learning dengan konteks mikroplastik terhadap sikap peduli lingkungan siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE meliputi tahap analisis, disain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli pengembangan bahan ajar, dilanjutkan uji kepraktisan serta uji efektivitas menggunakan instrumen Environmental Attitude Scale (EAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar dinyatakan sangat layak oleh ahli materi (82%) dan ahli pengembangan bahan ajar (90%), serta dinilai praktis oleh guru (80%) dan sangat praktis oleh siswa (83,8%). Modul ajar juga terbukti berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan siswa dibuktikan oleh nilai sig <0,001 dan nilai N-Gain sebesar 0,15. Dengan demikian, modul ajar layak digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran pencemaran lingkungan bermuatan mikroplastik untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa, meski peningkatan masih tergolong rendah sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut dengan memperkaya aktivitas belajar siswa. Kata Kunci: Mikroplastik, Modul Ajar, Problem Based Learning
Copyrights © 2026