Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Media Smart Box Ekosistem: Media Pembelajaran Interaktif Bagi Peserta Didik ABK Tuna Daksa SLB Ma'arif Muntilan Niken Dwi Pratiwi; Heni Silvia; Nur Aeni; Tri Agustin; Eris Nur Hidayati; Yohana Desta Puspitasari; Ferisa Prasetyaning Utami; Weni Anggraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.5000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran “Smart Box Ekosistem” yang ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya tuna daksa di SLB Ma’arif Muntilan. Latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan media pembelajaran yang selama ini digunakan di sekolah, yang cenderung konvensional dan kurang mendukung kebutuhan motorik serta partisipasi aktif siswa tuna daksa. Penelitian dilakukan dengan metode Research and Development (RnD) menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu peserta didik tuna daksa tingkat SMA yang memiliki keterbatasan fisik pada tangan kanan. Media Smart Box dirancang berbentuk kotak interaktif dengan lima sisi konten materi ekosistem yang dikemas dalam bentuk visual tiga dimensi (pop-up), permainan, dan aktivitas yang dapat diakses dengan satu tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Smart Box Ekosistem meningkatkan pemahaman konsep ekosistem, keterampilan motorik halus, serta motivasi belajar peserta didik tuna daksa. Implementasi media ini mendapat respon positif dari siswa dan guru, terbukti dari meningkatnya partisipasi aktif, antusiasme, dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Hal ini didukung dengan perolehan respon yang sangat baik dari peserta didik dengan tingkat kepuasan 100% dan dari guru sebesar 94,28% sehingga Smart Box Ekosistem dapat menjadi solusi alternatif media pembelajaran yang adaptif dan inspiratif untuk mendukung pendidikan inklusi.
Integrasi Konteks Mikroplastik dalam Modul Ajar Pencemaran Lingkungan Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Niken Dwi Pratiwi; Shefa Dwijayanti Ramadani; Setiyo Prajoko
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 2 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i2.24818

Abstract

Permasalahan pencemaran lingkungan menuntut penanaman sikap peduli lingkungan melalui pembelajaran biologi. Pembelajaran biologi materi pencemaran lingkungan seharusnya mampu membentuk sikap peduli lingkungan siswa, tetapi hasil pra-penelitian di SMA N 1 Bandongan menunjukkan 23% siswa masih berada pada kategori sedang, akibat perangkat ajar yang bersifat teacher-centered dan belum mengangkat isu lingkungan terkini seperti mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan dan menganalisis pengaruh modul ajar pencemaran lingkungan berbasis Problem Based Learning dengan konteks mikroplastik terhadap sikap peduli lingkungan siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE meliputi tahap analisis, disain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli pengembangan bahan ajar, dilanjutkan uji kepraktisan serta uji efektivitas menggunakan instrumen Environmental Attitude Scale (EAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar dinyatakan sangat layak oleh ahli materi (82%) dan ahli pengembangan bahan ajar (90%), serta dinilai praktis oleh guru (80%) dan sangat praktis oleh siswa (83,8%). Modul ajar juga terbukti berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan siswa dibuktikan oleh nilai sig <0,001 dan nilai N-Gain sebesar 0,15. Dengan demikian, modul ajar layak digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran pencemaran lingkungan bermuatan mikroplastik untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa, meski peningkatan masih tergolong rendah sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut dengan memperkaya aktivitas belajar siswa. Kata Kunci:           Mikroplastik, Modul Ajar, Problem Based Learning