Violence in the school environment can threaten students’ safety, comfort, and development, making the implementation of a child-friendly school environment an important preventive effort. The Child-Friendly School (Sekolah Ramah Anak/SRA) program is designed to ensure the fulfillment of children’s rights and create a safe, inclusive, and violence-free educational environment. This study aimed to analyze the implementation of the Child-Friendly School program as an effort to prevent violence at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. This research employed a descriptive qualitative case study approach. The informants consisted of five people, namely the principal, one teacher, and three eighth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data validity was ensured through source triangulation. Data were analyzed through data reduction, categorization, interpretation, and identification of emerging themes. The findings indicate that the implementation of the Child-Friendly School program was reflected in the socialization of child protection policies, efforts to prevent violence, positive interactions between teachers and students, student participation, and the availability of mechanisms for handling violence. The program contributed to creating a safer and more positive school environment, although its implementation still faced challenges, particularly differences in student understanding, consistency in applying positive behavior, and the need for continuous involvement of the school community. These findings indicate that the sustainability of the Child-Friendly School program requires consistent policy implementation, active participation of school members, and continuous strengthening of violence prevention mechanisms. ABSTRAK Kekerasan, perundungan, dan perlakuan yang tidak sesuai dengan hak anak masih menjadi persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) secara konsisten sebagai pendekatan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemenuhan hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sekolah Ramah Anak sebagai upaya pencegahan kekerasan di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang, terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tiga peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui proses pengodean, pengelompokan kategori, dan penarikan tema. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SRA telah terintegrasi dalam budaya sekolah melalui sosialisasi program, deklarasi antiperundungan, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TP2K), pembelajaran yang humanis, komunikasi terbuka antara guru dan siswa, serta pelibatan peserta didik. Informan juga mempersepsikan adanya peningkatan rasa aman, sikap saling menghargai, keberanian melapor, dan hubungan sosial yang lebih positif. Namun, penerapan SRA masih menghadapi kendala berupa perbedaan pemahaman warga sekolah, kecenderungan menganggap perundungan verbal sebagai candaan, keterbatasan waktu penguatan karakter, serta belum optimalnya dukungan sebagian orang tua. Dengan demikian, penerapan SRA di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli menunjukkan kontribusi positif terhadap upaya pencegahan kekerasan, tetapi keberlanjutannya memerlukan sosialisasi yang konsisten, penguatan kapasitas warga sekolah, serta kerja sama yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Copyrights © 2026