Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa sekolah dasar melalui pelatihan dan festival olahraga tradisional berbasis kearifan lokal di Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Permasalahan yang dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatan olahraga tradisional sebagai sarana aktivitas fisik, pengembangan keterampilan gerak, pembentukan karakter, dan pelestarian kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pemberdayaan partisipatif dengan pendekatan training-playing-festival yang meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik dan pendampingan, festival olahraga tradisional, serta evaluasi dan tindak lanjut. Peserta kegiatan berjumlah 50 siswa sekolah dasar dengan melibatkan guru dan pihak sekolah sebagai mitra. Permainan yang diberikan meliputi engklek, gobak sodor, bentengan, tarik tambang, bakiak, lari balok, dan egrang. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pretest, posttest, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktivitas fisik dari 40% menjadi 85%, pengetahuan olahraga tradisional dari 45% menjadi 90%, keterampilan gerak dari 50% menjadi 85%, kerja sama dari 55% menjadi 88%, sportivitas dari 60% menjadi 90%, dan pemahaman kearifan lokal dari 42% menjadi 92%. Sebanyak 94% siswa memberikan respons positif terhadap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan deskriptif pada aspek partisipasi aktivitas fisik, pengetahuan olahraga tradisional, keterampilan gerak, kerja sama, sportivitas, dan pemahaman kearifan lokal siswa. Empowering Elementary School Students through Training and Traditional Sports Festivals Based on Local Wisdom Abstract This community service activity aims to empower elementary school students through training and a traditional sports festival rooted in local wisdom in Lainea District, South Konawe Regency. The issue addressed was the suboptimal utilization of traditional sports as a means for physical activity, motor skill development, character building, and the preservation of local wisdom. The activity employed a participatory empowerment method using a "training-playing-festival" approach, comprising needs assessment, training, practice and mentoring, a traditional sports festival, and evaluation and follow-up. Fifty elementary school students participated, with teachers and school officials involved as partners. The games featured included *engklek* (hopscotch), *gobak sodor* (traditional tag/blocking game), *bentengan* (fortress game), tug-of-war, *bakiak* (wooden clog racing), *lari balok* (wooden block racing), and *egrang* (stilts). Evaluation was conducted through observation, pre-tests, post-tests, questionnaires, interviews, and documentation. The results showed increases in physical activity participation (from 40% to 85%), knowledge of traditional sports (45% to 90%), motor skills (50% to 85%), cooperation (55% to 88%), sportsmanship (60% to 90%), and understanding of local wisdom (42% to 92%). A total of 94% of the students responded positively to the activity. The results of the activity indicate a descriptive improvement in the students' physical activity participation, knowledge of traditional sports, movement skills, teamwork, sportsmanship, and understanding of local wisdom
Copyrights © 2026