Pernikahan dini dapat berdampak terhadap pendidikan, kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan remaja sehingga diperlukan edukasi sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak pernikahan dini serta memperkuat orientasi terhadap pendidikan dan masa depan. Mitra kegiatan adalah 135 siswa kelas VII, VIII, dan IX SMPN di Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah dan interaksi langsung berupa tanya jawab serta diskusi dengan peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan wawancara terhadap tujuh peserta yang terdiri atas dua siswa kelas VII, dua siswa kelas VIII, dua siswa kelas IX, dan satu peserta acak. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif, perhatian, dan keterlibatan peserta selama penyampaian materi. Wawancara menunjukkan pemahaman positif mengenai dampak pernikahan dini serta pentingnya melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan sebelum menikah. Kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif dan interaktif relevan sebagai upaya edukatif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko pernikahan dini.
Copyrights © 2026