ABSTRACT Preeclampsia is one of the major pregnancy complications contributing substantially to maternal and perinatal morbidity and mortality, particularly in developing countries. Despite continuous improvements in antenatal care services, early detection of preeclampsia remains a challenge, especially in the optimal use of easily identifiable maternal risk factors. This study aimed to analyze the association between maternal factors—namely maternal age, parity, and body mass index (BMI)—and the occurrence of preeclampsia among pregnant women. This study employed a retrospective analytical design with an observational approach using secondary data obtained from medical records of pregnant women who received care at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto during the period 2022–2024. A total of 1,305 pregnant women were included using a total sampling technique based on complete clinical data inclusion criteria. The dependent variable was the occurrence of preeclampsia, while the independent variables included maternal age, parity, and BMI. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. The results showed that preeclampsia occurred across all maternal factor groups, with higher proportions observed among pregnant women with high-risk age, high-risk parity, and high-risk BMI. Bivariate analysis demonstrated significant associations between maternal age, parity, BMI, and the occurrence of preeclampsia. However, the strength of these associations was relatively weak, indicating that preeclampsia is a multifactorial condition. This study highlights the importance of a comprehensive and integrated risk screening approach within antenatal care services to support early detection and prevention of preeclampsia. Keywords: Preeclampsia, Maternal Age, Parity, Body Mass Index, Maternal Factors. ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta perinatal, terutama di negara berkembang. Meskipun pelayanan antenatal terus mengalami peningkatan, deteksi dini preeklamsia masih menjadi tantangan, khususnya dalam pemanfaatan faktor maternal yang mudah diidentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor maternal berupa usia ibu, paritas, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan studi analitik retrospektif dengan pendekatan observasional menggunakan data sekunder dari rekam medis ibu hamil yang mendapatkan pelayanan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode tahun 2022–2024. Sampel penelitian berjumlah 1.305 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi data klinis lengkap. Variabel dependen adalah kejadian preeklamsia, sedangkan variabel independen meliputi usia ibu, paritas, dan IMT. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preeklamsia ditemukan pada seluruh kelompok faktor maternal, dengan proporsi yang lebih tinggi pada ibu hamil dengan usia berisiko, paritas berisiko, dan IMT berisiko. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia ibu, paritas, dan IMT dengan kejadian preeklamsia. Namun demikian, kekuatan hubungan yang diperoleh relatif lemah, mengindikasikan bahwa preeklamsia merupakan kondisi multifaktorial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan skrining risiko yang komprehensif dan terintegrasi dalam pelayanan antenatal untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan preeklamsia. Kata Kunci: Preeklamsia, Usia Ibu, Paritas, Indeks Massa Tubuh, Faktor Maternal.
Copyrights © 2026