Fine motor skills are an important aspect of early childhood development because they support children’s independence and readiness to engage in various academic activities. Initial observations of Group B children showed that most of them still experienced finger stiffness, difficulty manipulating small objects, and limited eye-hand coordination. This study aimed to describe the improvement of children’s fine motor skills through stringing activities using varied materials implemented gradually. The study employed the Kemmis and McTaggart Classroom Action Research model, which was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 15 Group B children, comprising 7 boys and 8 girls. Data were collected through observations of finger flexibility, eye-hand coordination, accuracy in inserting objects onto a string, and the ability to complete stringing activities. The data were analyzed using quantitative descriptive techniques based on the level of children’s developmental achievement. The findings showed that the implementation of stringing activities using gradually adjusted and varied materials improved children’s fine motor skills and enabled them to achieve the predetermined success criteria. The improvement was reflected in the children’s ability to control finger movements, coordinate their eyes and hands, and complete activities more accurately and independently. Therefore, stringing activities can be used as an engaging, gradual, and practical alternative for stimulating fine motor development in early childhood education ABTRAK Keterampilan motorik halus merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena mendukung kemandirian dan kesiapan melakukan berbagai aktivitas akademik. Hasil observasi awal pada anak Kelompok B menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kekakuan jari, kesulitan memanipulasi benda berukuran kecil, serta keterbatasan koordinasi mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce dengan menggunakan media yang bervariasi dan diterapkan secara bertahap. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak Kelompok B, yaitu 7 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap kelenturan jari, koordinasi mata-tangan, ketepatan memasukkan benda ke dalam tali, serta kemampuan menyelesaikan kegiatan meronce. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berdasarkan tingkat ketercapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan meronce dengan variasi media yang disesuaikan secara bertahap dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak hingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Peningkatan tampak pada kemampuan anak dalam mengendalikan gerakan jari, mengoordinasikan mata dan tangan, serta menyelesaikan kegiatan secara lebih tepat dan mandiri. Dengan demikian, kegiatan meronce dapat digunakan sebagai alternatif stimulasi motorik halus yang menarik, bertahap, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini.
Copyrights © 2026