Drama Tarling Ki Mardiyah Putra Sangkala karya Maestro H. Abdul Adjib merupakan salah satu bentuk karya sastra pertunjukan pesisir Pantura yang sarat akan pesan moral, sosial, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis tokoh utama, Ki Mardiyah, melalui pendekatan psikologi humanistik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi teks dan analisis isi terhadap naskah drama serta rekaman pementasan. Analisis ini didasarkan pada teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow dan teori kepribadian Carl Rogers, dengan fokus pada konsep diri dan tingkat kongruensi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ki Mardiyah mengalami konflik psikologis yang mendalam akibat adanya inkongruensi antara konsep diri ideal dan kenyataan hidup yang juga dipengaruhi oleh tekanan lingkungan sosial. Perjalanan hidup tokoh menggambarkan proses penyediaan kebutuhan psikologis secara bertahap, yang bergerak dari kebutuhan rasa aman menuju penghargaan diri. Pada akhirnya, penyelesaian konflik tercapai melalui aktualisasi diri yang ditandai dengan kebebasan mengambil keputusan, keberanian mengambil risiko, serta penemuan makna hidup yang sejati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya tersebut tidak sekedar hadir sebagai sarana hiburan, melainkan merepresentasikan perjuangan eksistensial manusia dalam membentuk jati diri dan mencapai keharmonisan batin. Drama ini memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dan mengukuhkan relevansi psikologi
Copyrights © 2026