Gaguritan sebagai salah satu bentuk sastra Bali tradisional mengandung nilai-nilai luhur yang relevan untuk pendidikan karakter, namun keberadaannya kini kurang diapresiasi oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan isi Gaguritan Petitip Kalahin Mati (GPKM) karya Bapa Ketut Mushala Garba dan (2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tekstual. Sumber data utama adalah naskah GPKM yang diterbitkan oleh CV Indra Jaya Singaraja. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca catat dengan instrumen kartu data. Analisis data menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan teori nilai-nilai pendidikan Zaim Elmubarok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GPKM terdiri dari tujuh pupuh, yaitu Mijil, Pangkur, Semarandana, Durma, Sinom, Ginanti, dan Pucung. Isi GPKM menceritakan perjalanan hidup manusia dari perilaku angkara murka hingga kehidupan pertapaan yang sarat dengan ajaran dharma. Ditemukan sembilan nilai pendidikan dalam GPKM, yaitu sradha bhakti, kejujuran, saling berbagi, kerja keras, kesabaran, kegigihan, disiplin, kesetiaan, dan tolong-menolong. Nilai tolong-menolong dan saling berbagi merupakan nilai yang paling dominan karena tercermin dalam perilaku saling asah-asih-asuh antartokoh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GPKM tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang relevan untuk diajarkan di sekolah dan dihayati oleh masyarakat Bali.
Copyrights © 2026