Penelitian ini mengkaji Ambivalensi keperempuanan dalam tradisi Kain Perawan di masyarakat Betung dengan memfokuskan perhatian pada relasi antara tradisi, tubuh, kehormatan, identitas budaya, dan modernitas. Penelitian bertujuan menganalisis pemaknaan perempuan terhadap Kain Perawan serta perubahan praktik dan nilai tradisi dalam kehidupan sosial kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap perempuan, tokoh masyarakat, keluarga, serta informan pendukung. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kain Perawan tidak dimaknai secara tunggal sebagai kewajiban adat, tetapi menjadi ruang negosiasi antara nilai tradisional dan kesadaran modern perempuan. Tradisi tersebut membentuk pemahaman mengenai tubuh, keperawanan, kehormatan, dan identitas perempuan melalui proses pewarisan sosial, namun pemaknaannya mengalami perubahan seiring dinamika masyarakat. Perempuan tidak sepenuhnya menerima ataupun menolak tradisi, melainkan melakukan reinterpretasi dan penyesuaian terhadap praktik yang diwariskan. Temuan ini menegaskan bahwa modernitas tidak serta-merta memutus hubungan perempuan dengan tradisi, tetapi menghasilkan ruang ambivalen bagi negosiasi identitas dan keberlanjutan budaya.
Copyrights © 2026