Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi organisasi dalam mengurangi resistensi pegawai akibat perubahan sistem kerja digital di Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tiga informan yang mewakili unsur pimpinan tingkat Sekretariat Daerah, pimpinan Bagian Organisasi, dan pegawai pelaksana. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi telah berjalan cukup baik melalui sosialisasi, briefing, rapat koordinasi, pertemuan tatap muka, pendampingan, grup WhatsApp, dan media komunikasi digital lainnya. Resistensi pegawai terhadap perubahan sistem kerja digital berada pada tingkat relatif rendah dan terutama berkaitan dengan perbedaan kesiapan digital, kemampuan adaptasi, pengalaman penggunaan teknologi, rasa khawatir, serta kebutuhan waktu belajar yang lebih panjang pada sebagian pegawai senior. Komunikasi organisasi berperan mengurangi resistensi dengan memperjelas tujuan dan prosedur perubahan, membuka akses informasi, menjaga konsistensi pesan, menciptakan komunikasi dua arah, serta mendukung pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan penguatan adaptasi. Penelitian menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komunikasi perubahan yang konsisten, partisipatif, dan berkelanjutan. Keywords: komunikasi organisasi, resistensi pegawai, transformasi digital, sistem kerja digital, adaptasi pegawai
Copyrights © 2025