Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman keagamaan dan praktik ubudiyah peserta didik pada fase remaja awal. Namun, realitas pembelajaran menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal kurikulum PAI dan kemampuan peserta didik dalam mengamalkan ibadah secara benar dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik materi PAI dalam kurikulum SMP, mengkaji kesesuaiannya dengan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik, serta mengidentifikasi problematika materi PAI yang berdampak pada pemahaman dan praktik ubudiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif terhadap dokumen kurikulum, buku ajar, serta hasil penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi PAI di SMP cenderung bersifat normatif dan berorientasi kognitif, dengan porsi praktik dan internalisasi nilai yang masih terbatas. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan pembelajaran PAI lebih menekankan penguasaan konsep dibandingkan pembiasaan ibadah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan materi PAI yang lebih kontekstual, integratif, dan seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik guna memperkuat praktik ubudiyah peserta didik secara bermakna dan berkelanjutan
Copyrights © 2026