Buah kepel (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal. Pemanfaatan ekstrak secara langsung pada kulit memiliki keterbatasan dalam hal kenyamanan dan kemudahan penggunaan, sehingga diperlukan formulasi dalam bentuk sediaan semipadat yang memiliki karakteristik fisik sesuai serta stabil selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik, efektivitas, dan stabilitas sediaan salep dan krim yang mengandung ekstrak buah kepel. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan proses ekstraksi buah kepel menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya diformulasikan ke dalam sediaan salep dan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, serta pengamatan stabilitas selama penyimpanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki warna, aroma, dan bentuk yang sesuai dengan karakteristik masing-masing sediaan serta menunjukkan homogenitas yang baik. Nilai pH sediaan krim berada pada rentang 5,3–5,8, sedangkan sediaan salep memiliki pH 5,1–5,6. Daya sebar krim berkisar antara 6,2–7,0 cm, sementara salep berada pada rentang 5,7–6,4 cm. Hasil pengujian daya lekat menunjukkan bahwa salep memiliki daya lekat lebih tinggi dibandingkan krim, dengan rentang masing-masing 6,1–7,0 detik dan 4,8–5,9 detik. Selama periode pengamatan, seluruh formula menunjukkan kestabilan organoleptis dan tidak mengalami perubahan fisik yang berarti. Berdasarkan hasil evaluasi, sediaan krim menunjukkan kemampuan penyebaran yang lebih baik dan lebih mudah diratakan pada permukaan kulit, sedangkan salep memberikan daya lekat yang lebih tinggi. Formula krim dengan konsentrasi ekstrak 10% menunjukkan karakteristik fisik yang paling baik dengan pH 5,5, daya sebar 6,8 ± 0,2 cm, dan daya lekat 5,4 ± 0,3 detik. Dengan demikian, ekstrak buah kepel berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal, khususnya dalam bentuk krim, berdasarkan karakteristik fisik dan stabilitas sediaan yang diperoleh.
Copyrights © 2026