Berbagai kajian telah mendiskusikan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan asesmen autentik secara terpisah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, belum belum terformulasi secara sistemik yang menggabungkan keduanya dalam satu kerangka evaluasi manajemen yang utuh, sistemik dan dilengkapi dengan mekanisme umpan balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi model sistemik manajemen penilaian pembelajaran pada Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui integrasi penilaian autentik dalam siklus berkelanjutan. Berangkat dari keterbatasan pendekatan penilaian konvensional yang cenderung linier dan berorientasi administratif, studi ini menggunakan pencarian literatur semi-sistematis pada basis data Scopus, SINTA, dan Google Scholar dalam kurun waktu 2017–2026. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik-kritis untuk mengidentifikasi pola konseptual dan kesenjangan riset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penilaian PAI yang efektif mensyaratkan integrasi komponen masukan, proses manajemen yang berlandaskan POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengendalian), luaran pembelajaran, serta mekanisme umpan balik reflektif dalam suatu siklus sistemik. Integrasi HOTS dan penilaian autentik berkontribusi pada pengembangan kemampuan analisis keagamaan, refleksi etis, dan internalisasi nilai-nilai Islam yang kontekstual. Namun demikian, integrasi ini juga memunculkan ketegangan konseptual, khususnya terkait kecenderungan mereduksi performa keagamaan pada dimensi kognitif, serta potensi subjektivitas dalam menilai aspek afektif-spiritual. Studi ini turut mengidentifikasi hambatan implementasi praktis, mencakup kompetensi guru yang terbatas dalam merancang instrumen berbasis HOTS, kompleksitas administratif penilaian autentik, serta kesenjangan literasi digital. Dalam konteks ini, pengembangan instrumen dan rubrik penilaian HOTS berbasis multibobot krusial guna meningkatkan validitas dan reliabilitas penilaian sembari memfasilitasi integrasi pada portofolio digital sebagai bagian dari mekanisme umpan balik berkelanjutan. Di sisi lain, pemanfaatan kecerdasan buatan generatif (GenAI) menawarkan peluang dalam penyusunan instrumen dan analisis penilaian, namun tetap memerlukan pengawasan etis dan kontrol pedagogis untuk meminimalkan bias dan distorsi pembelajaran. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada perumusan model sistemik manajemen penilaian PAI berbasis HOTS yang secara eksplisit belum terdeskripsikan dalam literatur sebelumnya, sekaligus menyediakan kerangka operasional adaptif terhadap tuntutan kurikulum Merdeka dan transformasi digital pendidikan.
Copyrights © 2026