Pemborosan pangan (food waste) pada bahan baku buah merupakan permasalahan serius di industri perhotelan, khususnya di pastry section yang sangat bergantung pada kesegaran buah. Apabila perencanaan, penerimaan, dan penyimpanan tidak dikelola dengan baik, bahan baku berpotensi menjadi limbah sebelum digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses perencanaan, penerimaan, dan penyimpanan bahan baku buah di Pastry Section Shangri-La Hotel Surabaya. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif yaitu melalui wawancara dan observasi, serta data dokumen yang melibatkan Service Manager, Service Leader, dan Staf Associate Pastry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan didasarkan pada data Banquet Event Order (BEO), tingkat hunian kamar harian, dan data historis pemakaian, dilakukan dua kali seminggu melalui sistem Supply Chain Management (SCM) digital yang dipadukan dengan pendekatan Just in time (JIT). Penerimaan dilakukan setiap hari sebelum pukul 11.00 melalui sistem dual-check antara Supervisor Receiving dan staf pastry, mencakup verifikasi dokumen dan pemeriksaan kualitas fisik secara sampling. Penyimpanan menerapkan zonasi tiga tingkat suhu yang didukung rotasi FIFO dan FEFO, pelabelan, serta pemantauan suhu Critical Control Point (CCP) dua kali sehari sesuai standar HACCP. Ketiga tahapan tersebut saling berkaitan dan membentuk satu sistem terintegrasi yang berperan penting dalam meminimalkan risiko pre consumer food waste di Pastry Section hotel bintang lima.
Copyrights © 2026