Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep evaluasi pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an, khususnya makna evaluasi yang terkandung dalam Q.S. At-Thalaq ayat 3. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa praktik evaluasi pendidikan kontemporer kerap terjebak pada aspek administratif-kognitif semata, sehingga kurang menyentuh dimensi spiritual peserta didik. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi ragam terma evaluasi dalam Al-Qur'an serta menganalisis kandungan tarbawi pada Q.S. At-Thalaq ayat 3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan (library research) dan metode penafsiran tahlili, yang menelaah ayat secara berurutan meliputi munasabah, asbab an-nuzul, tafsir mufrodat, dan pendapat para mufasir seperti Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengartikulasikan konsep evaluasi melalui delapan terma utama, yaitu al-imtihan, al-fitnah, al-nadzar, al-inba', al-taqdir, al-wazn, al-hisab, dan al-bala', yang masing-masing merepresentasikan dimensi evaluasi afektif, diagnostik, formatif, hingga autentik. Adapun Q.S. At-Thalaq ayat 3 menegaskan bahwa evaluasi sejati dalam pendidikan Islam bermuara pada tawakal, yaitu penyerahan diri yang aktif kepada Allah setelah ikhtiar maksimal dilakukan. Kesimpulannya, evaluasi pendidikan dalam Al-Qur'an bukan sekadar prosedur teknis penilaian kognitif, melainkan instrumen pedagogis yang mengintegrasikan ikhtiar manusia dengan ketetapan Ilahi, sehingga mengantarkan peserta didik pada derajat ketakwaan dan kemuliaan (akram).
Copyrights © 2026