Penelitian ini menguji pengaruh literasi keuangan, persepsi risiko, dan persepsi kemudahan penggunaan terhadap niat menggunakan TikTok PayLater pada mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas PGRI Semarang (angkatan 2022–2025), dengan sikap keuangan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesenjangan antara tingginya pemahaman mahasiswa mengenai risiko utang serta beban bunga layanan dengan besarnya niat mereka untuk tetap menggunakannya. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif, sampel sebanyak 92 responden dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 1.195 mahasiswa aktif dengan perhitungan rumus Slovin. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner Google Forms dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap keuangan. Persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi risiko terbukti berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan, tetapi tidak memengaruhi sikap keuangan. Sementara itu, sikap keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan serta gagal memediasi pengaruh ketiga variabel independen tersebut terhadap niat menggunakan. Disimpulkan bahwa persepsi risiko dan kemudahan penggunaan merupakan pendorong langsung utama niat Generasi Z dalam menggunakan layanan TikTok PayLater, tanpa melalui mediasi sikap keuangan secara mendalam guna memperluas wawasan empiris serta mendukung pengembangan literasi finansial digital di era digital modern.
Copyrights © 2026