Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Non-ASN di Sekretariat DPRD Provinsi Banten, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi 585 pegawai Non-ASN dan sampel 100 responden yang dipilih melalui probability sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data pendukung berasal dari dokumentasi kepegawaian dan presensi. Analisis dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi 0,392, nilai t-hitung 6,287, dan signifikansi 0,000. Disiplin kerja memiliki koefisien positif sebesar 0,158, tetapi pengaruh parsialnya tidak signifikan karena nilai t-hitung 1,616 dan signifikansi 0,109. Secara simultan, motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F-hitung 46,478 dan signifikansi 0,000. Nilai R² sebesar 0,489 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 48,9% variasi kinerja, sedangkan 51,1% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi melalui penghargaan, kepastian kerja, pengembangan kompetensi, dan dukungan organisasi, disertai penerapan disiplin yang konsisten dan proporsional untuk menjaga kualitas kinerja pegawai Non-ASN. Dalam konteks pelayanan legislatif daerah, peningkatan kinerja perlu diarahkan pada kombinasi faktor psikologis dan tata kelola kerja agar pegawai mampu mempertahankan produktivitas, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan kualitas dukungan administratif secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026