Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal, ukuran perusahaan, dan biaya operasional terhadap pajak penghasilan badan terutang pada perusahaan sektor Basic Materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria perusahaan yang terdaftar secara berturut-turut, menggunakan mata uang rupiah, memperoleh laba, dan memiliki data variabel yang lengkap. Sebanyak 10 perusahaan memenuhi kriteria sehingga diperoleh 50 observasi. Pajak penghasilan badan terutang diproksikan dengan logaritma natural beban pajak kini, struktur modal diukur menggunakan Debt to Equity Ratio, ukuran perusahaan menggunakan logaritma natural total aset, dan biaya operasional menggunakan logaritma natural biaya penjualan serta biaya administrasi dan umum. Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan EViews 14 melalui uji Chow, uji Hausman, uji Lagrange Multiplier, uji asumsi klasik, koefisien determinasi, uji parsial, dan uji simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan badan terutang, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan, sedangkan biaya operasional berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap pajak penghasilan badan terutang. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,392895 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 39,29% variasi pajak penghasilan badan terutang, sedangkan 60,71% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pendanaan dan pengelolaan biaya operasional dalam memahami variasi kewajiban pajak perusahaan sektor Basic Materials.
Copyrights © 2026