Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, produktivitas kelapa sawit masih menghadapi kendala akibat penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot) yang disebabkan oleh Ganoderma boninense. Salah satu teknologi pengendalian berbasis hayati yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah CHIPS (Colony Highly Invasive Protection System) yang memanfaatkan mikroorganisme antagonis untuk menekan perkembangan patogen dan meningkatkan kesehatan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan CHIPS terhadap produktivitas kelapa sawit, membandingkan produktivitas blok yang menggunakan CHIPS dan tanpa CHIPS, serta mengevaluasi kondisi tanaman setelah penerapan teknologi CHIPS di PT Cisadane Sawit Raya, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan data produksi perusahaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan produktivitas tandan buah segar (TBS) pada Blok H21M yang menggunakan CHIPS dengan Blok I21M tanpa CHIPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blok yang menggunakan CHIPS memiliki produktivitas rata-rata sebesar 3,11 ton/ha, sedangkan blok tanpa CHIPS sebesar 2,63 ton/ha, sehingga terdapat peningkatan produktivitas sebesar 18,25%. Tanaman yang mendapatkan aplikasi CHIPS juga menunjukkan kondisi fisik yang lebih baik, ditandai dengan daun yang lebih hijau, pelepah lebih segar, dan tingkat gejala serangan Ganoderma boninense yang lebih rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CHIPS berpotensi menjadi alternatif pengendalian hayati untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.
Copyrights © 2026