Hubungan romantis pada masa dewasa awal sering dipandang sebagai ruang untuk memperoleh dukungan emosional, mengeksplorasi identitas, serta membangun kedekatan interpersonal. Namun, hubungan romantis juga menjadi salah satu ruang yang rentan terhadap terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat 407 kasus kekerasan dalam pacaran dan 632 kasus kekerasan oleh mantan pacar pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran harga diri terhadap kecenderungan mengalami kekerasan emosional dalam hubungan romantis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif prediktif. Sampel penelitian berjumlah 111 individu dewasa awal yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Measure of Emotional Abuse (MMEA) untuk mengukur kekerasan emosional serta Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri. Analisis data utama dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana, serta analisis tambahan menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri berperan negatif dan signifikan terhadap kecenderungan mengalami kekerasan emosional pada individu dewasa awal (β = 0,707; p = < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,500 menunjukan bahwa harga diri memberikan konstribusi sebesar 50% terhadap kecenderungan mengalami kekerasan emosional. Berdasarkan analisis data menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat harga diri yang dimiliki individu, maka kecenderungan mengalami kekerasan emosional akan semakin rendah.
Copyrights © 2026