Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Harga Diri terhadap Kecenderungan Mengalami Kekerasan Emosional dalam Hubungan Romantis pada Dewasa Awal Cecylia Desya Rizki Ramadhan; Maharsi Anindyajati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13870

Abstract

Hubungan romantis pada masa dewasa awal sering dipandang sebagai ruang untuk memperoleh dukungan emosional, mengeksplorasi identitas, serta membangun kedekatan interpersonal. Namun, hubungan romantis juga menjadi salah satu ruang yang rentan terhadap terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat 407 kasus kekerasan dalam pacaran dan 632 kasus kekerasan oleh mantan pacar pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran harga diri terhadap kecenderungan mengalami kekerasan emosional dalam hubungan romantis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif prediktif. Sampel penelitian berjumlah 111 individu dewasa awal yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Measure of Emotional Abuse (MMEA) untuk mengukur kekerasan emosional serta Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur harga diri. Analisis data utama dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana, serta analisis tambahan menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri berperan negatif dan signifikan terhadap kecenderungan mengalami kekerasan emosional pada individu dewasa awal (β = 0,707; p = < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,500 menunjukan bahwa harga diri memberikan konstribusi sebesar 50% terhadap kecenderungan mengalami kekerasan emosional. Berdasarkan analisis data menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat harga diri yang dimiliki individu, maka kecenderungan mengalami kekerasan emosional akan semakin rendah.
The Role of Self-Management on Achievement Motivation in Basketball Athlete Students Siti Zahrotul Ain; Evi Febriani; Maharsi Anindyajati; Hellya Agutina
Outline Journal of Education Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/2c357s51

Abstract

College basketball student-athletes are required to balance dual roles: meeting academic demands while adhering to routine training and competition schedules. Self-management skills are therefore considered crucial for maintaining motivation to achieve success in both academic and athletic domains. This study aimed to examine the role of self-management in the achievement motivation of basketball student-athletes. A non-experimental quantitative approach was employed, using a correlational design with simple regression and the bootstrapping method. Convenience sampling was used, with sample size determined via the Lemeshow formula, resulting in 99 student-athletes; data were collected through an online questionnaire. The self-management scale yielded a reliability coefficient (α) of 0.966 with 12 valid items, while the achievement motivation scale yielded an α of 0.892 with 21 valid items. Normality tests indicated the data were not normally distributed; hypothesis testing was therefore conducted using simple linear regression with the bootstrapping method. Results showed a significance value of 0.835 (p > 0.05), a regression coefficient (B) of 0.048, and a 95% confidence interval ranging from -0.435 to 0.483, leading to rejection of the research hypothesis. These findings indicate that self-management does not play a significant role in the achievement motivation of basketball student-athletes, suggesting that other factors, such as coach support, team climate, and competitive experience, may play a more substantial role in shaping their achievement motivation.