Konveksi Arsya-Q Tailor di Surakarta menghadapi keterbatasan sumber daya berupa bahan baku, tenaga kerja, kapasitas mesin, dan modal, sehingga diperlukan perencanaan produksi yang tepat untuk menentukan kombinasi produk yang dapat memberikan laba optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalitas kombinasi produksi aktual, menerapkan Linear Programming dengan metode simpleks, serta menentukan laba maksimum yang dapat diperoleh Konveksi Arsya-Q Tailor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang mencakup jumlah produksi, kebutuhan bahan baku, waktu tenaga kerja, penggunaan mesin, biaya produksi, harga jual, laba per unit, serta kapasitas sumber daya perusahaan. Data selanjutnya dianalisis menggunakan Linear Programming metode simpleks dan diverifikasi dengan POM-QM for Windows. Model optimasi terdiri atas empat variabel keputusan, yaitu baju lengan panjang, baju lengan pendek, rompi, dan jaket, dengan kendala berupa kain, tenaga kerja, mesin, modal, serta batas produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi produksi aktual belum optimal. Kombinasi produksi optimal diperoleh sebesar 140 unit baju lengan panjang, 150 unit baju lengan pendek, 130 unit rompi, dan 119,875 unit jaket dengan laba maksimum sebesar Rp18.145.000 per periode produksi. Hasil tersebut lebih tinggi Rp2.695.000 atau 17,44% dibandingkan laba aktual sebesar Rp15.450.000. Dengan demikian, metode simpleks dapat digunakan sebagai dasar perencanaan produksi yang sistematis dalam mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dan meningkatkan potensi laba perusahaan.
Copyrights © 2026