Restoran cepat saji umumnya memiliki ritme kerja yang padat, tuntutan pelayanan yang serba cepat, serta kondisi kerja yang mengharuskan karyawan menangani beberapa tugas secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban kerja dan berkaitan dengan munculnya stres pada karyawan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap tingkat stres kerja karyawan Mixue Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 85 karyawan operasional yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Beban kerja diukur berdasarkan aspek fisik, mental, dan waktu, sedangkan stres kerja diukur melalui gejala fisiologis, psikologis, dan perilaku. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS setelah instrumen memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas serta data memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi Y = 11,420 + 0,542X. Koefisien regresi beban kerja menunjukkan arah positif dan signifikan dengan t = 7,124 dan p < 0,001. Koefisien determinasi R² = 0,380 menunjukkan bahwa beban kerja mampu menjelaskan 38,0% variasi stres kerja, sedangkan 62,0% variasi lainnya belum dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkaitan dengan meningkatnya tingkat stres kerja pada karyawan Mixue Medan. Oleh karena itu, pembagian tugas, kecukupan tenaga kerja, pengaturan jadwal dan shift, serta waktu istirahat dan pemulihan perlu diperhatikan agar tuntutan kerja tetap berada pada tingkat yang dapat dikelola.
Copyrights © 2026