Managed Print Services merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung pengelolaan pencetakan dokumen secara terpusat melalui mekanisme Secure Print dan autentikasi pengguna. Dalam penerapannya di PT Pertamina Patra Niaga RU III Plaju, masih terdapat potensi risiko yang dapat memengaruhi keamanan dan keberlangsungan proses pencetakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko keamanan pada sistem MPS serta memberikan rekomendasi mitigasi berdasarkan tingkat risikonya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode Failure Modes and Effects Analysis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner penilaian Severity, Occurrence, dan Detection. Penilaian Severity dan Occurrence melibatkan 50 pengguna MPS, sedangkan penilaian Detection dilakukan oleh 2 teknisi MPS. Hasil penelitian mengidentifikasi 12 failure mode dengan nilai Risk Priority Number yang berbeda. Tiga risiko dengan prioritas tertinggi adalah belum adanya autentikasi sidik jari setelah tapping ID Card dengan RPN 162,13, belum adanya monitoring penggunaan kertas harian dengan RPN 155,32, dan ID Card yang dipinjamkan kepada pegawai lain dengan RPN 148,94. Berdasarkan klasifikasi risiko, terdapat 3 risiko tinggi, 7 risiko sedang, dan 2 risiko rendah. Rekomendasi mitigasi meliputi penerapan autentikasi dua tahap menggunakan ID Card dan sidik jari, penerapan monitoring penggunaan kertas harian, penguatan pengendalian penggunaan ID Card, serta pemeliharaan berkala terhadap infrastruktur MPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FMEA dapat digunakan untuk menentukan prioritas risiko keamanan dan menjadi dasar dalam penyusunan tindakan mitigasi pada sistem MPS.
Copyrights © 2026