Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code berdasarkan tingkat keamanan dalam mendukung keselamatan dan keamanan kapal di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya berbagai ancaman terhadap keamanan maritim, antara lain penyelundupan narkotika, tindakan perompakan, serta sabotase, sehingga diperlukan penerapan sistem keamanan yang mengacu pada standar internasional.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Adapun pihak yang menjadi informan dalam penelitian terdiri atas Port Security Officer (PSO), Port Facility Security Officer (PFSO), Company Security Officer (CSO), dan Ship Security Officer (SSO).Berdasarkan hasil penelitian, penerapan ISPS Code di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun pada umumnya telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Hal tersebut terlihat dari tersedianya berbagai dokumen keamanan, seperti Ship Security Plan (SSP), International Ship Security Certificate (ISSC), dan Declaration of Security (DoS), serta didukung oleh sarana keamanan berupa CCTV, Ship Security Alert System (SSAS), dan sistem pengendalian akses pada area terbatas. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala, di antaranya pemahaman sumber daya manusia (SDM) yang belum sepenuhnya menguasai prosedur secara rinci, pelaksanaan pemeriksaan akses yang masih kurang optimal, serta belum tersedianya prosedur khusus untuk mengantisipasi pola atau modus penyelundupan yang baru.Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan adanya peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan secara berkala, penguatan sistem pengawasan dan pemeriksaan akses, serta evaluasi dan pembaruan prosedur keamanan agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan karakteristik ancaman maritim yang semakin beragam.
Copyrights © 2026